Selama hampir 2 bulan ini, ada kesempatan berharga menjadi asisten praktikum di Soil Mechanic Lab buat mahasiswa undergraduate, dan juga di bulan oktober, menjadi tutor selama 3 minggu untuk kelas geoteknik.
kesempatan ini sangat baik untuk mempelajari sistem mereka dan kalo ada yang bagus bisa menjadi “ole-ole” yang berharga.
Saya mencoba mengadakan perbandingan antara Lab Geotek di Universitas Hasanuddin dan Lab Geotek di sini, ada beberapa hal: Jumlah soil test untuk praktikum di Lab Unhas lebih banyak (jauh lebih banyak) daripada di sini. Kalo ga salah (maklum 10 tahun lalu), di Unhas, mahasiswa harus melaksanakan 13 soil test, termasuk field test (Sondir dan SPT, borehole). Juga ada test kompaksi proctor, AASTHO, CBR. Termasuk juga test Konsolidasi, direct shear test, confined test, permeabilitas test, shieve analysis, atterberg limit test, specific gravity test, dan lainnya. Kecuali untuk triaxial test, alatnya rusak waktu itu. praktikum dilaksanakan dalam 2 minggu berturut-turut, dan laporan praktikumnya dikumpul pada 1-2 bulan setelahnya, lengkap dengan prosedur, foto, dan grafik2. Pokoknya cukup tebal. dijilid, dan mirip2 skripsi.
Di University of Adelaide, praktikum ada 2 level. Untuk mahasiswa tahun kedua, mereka hanya melakukan shieve analysis, atterberg limit, dan kompaksi proctor. Untuk mahasiswa tahun ketiga, mereka hanya melakukan tes konsolidasi, triaxial test, direct shear, dan analisa seepage pada miniatur bendungan. praktikum dilakukan cuma 3 jam perminggu per soil test, dan laporan praktikum dikumpul satu minggu setelah praktikum dalam beberapa lembar grafik dan analisis. mengenai alat, hampir sama saja. kecuali Triaxial tets yang digital,seepage untuk dam, dan sondir yang mekanis dan computerized. Alat2 juga dipakai untuk penelitian dan melayani proyek2 di luar kampus. Di beberapa alat, dilengkapi dengan komputer untuk data processing dan internet-intranet connection. Termasuk juga ada SOP, dan tools untuk safety.
Yang menarik di sini, adalah mahasiswa sudah harus lulus pada matakuliah geotechnic II tahun lalu sebelum mengikuti pracktikum geotech II tahun ini. Begitupula untuk geotechnic III. selain itu, penentuan kelompok praktikum diacak dan biasanya terdiri dari 4-5 orang tiap kelompok. Setiap minggu, tiap kelompok hanya mengerjakan satu jenis soil test dan dibimbing oleh satu orang asisten lab. Report dibuat setelah praktikum dan dikumpul minggu depannya, terdiri dari data hasil, grafik analisis, dan penjelasan dikaitkan dengan masalah2 konstruksi di lapangan (bobot penilaiannya paling tinggi).
Kesimpulan saya, ada yang menjadi perbedaan mendasar adalah umumnya mahasiswa di tanah air dididik untuk bisa mengetahui, menghafal, dan menghitung. Mungkin bahasa kasarnya, kita dididik untuk menjadi kalkulator, makanya harus menghafal rumus, dan bisa menggunakannya. Akan tetapi di Aussie, mahasiswa diharapkan menjadi analisator. Praktikumnya hanya pada yang pokok-pokok saja, namun basic analisa yang terus diasah. Termasuk untuk bisa menilai dan mengkritisi sesuatu, dan mengambil kesimpulan yang berbeda dengan dosen.
Wallahu A'lam bisshawab

1 comment:
Post a Comment