Tepatnya hari ini, teman2 Australia memperingati Anzac Day. Tadi sy lewat di di North Terrace. Jalan2 ditutup karena ada memorial service dan march. Untung Pultney street masih boleh, sehingga sy masih sempat ke Uni untuk ngutak ngatik simulasi dan input data2 ke program. Hari libur hari harus masuk office karena simulasinya 9 jam, dan 11 jam lebih dan hasilnya bisa diupdate besok.
Ada sedikit penasaran apa sih itu Anzac Day? Nasionalisme teman2 Aussie nampaknya sangat tinggi dan mereka sangat bangga dan menghargai para pendahulunya dan veterannya.
Pertama kali Australia dan New Zealand berpartisipasi dalam PD I sebagai volunteer membantu Inggris memerangi Turki pada tahun 1914. Australia baru berusia 13 tahun sebagai prtektorat Inggris ketika. Mereka mendarat pada tanggal 25 April 1914 di semenanjung Gallipoli untuk membuka akses bagi tentara Inggris menembus blokade menuju Laut Hitam. Tujuan pendaratan ini untuk menduduki Ibukota Istambul dan memerangi Turki sebagai sekutu Jerman.
Tentara Anzac mendapatkan perlawanan yang luar bisa dari tentara Turki. Upaya untuk menembus blokade berlangsung selama 8 bulan dan gagal total. Bahkan tentara Anzac harus dievakuasi setelah mengalami kekekalahan dan menelan korban 8000 aussie dan 2700 kiwi tewas.
Bagi Ummat Islam, pertempuran di Gallipoli adalah bukti kekuatan kekhalifahan Islam Ottoman. Mereka dibawah pimpinan jenderal Mustafa Kemal, berhasil menahan serangan tentara Sekutu (Inggris, Perancis dan Anzac) di Krithia, Gully Ravine. Mereka bahkan mengalahkan tentara sekutu di Sari Bair dan Gallipoli.
Kemenangan2 tersebut, membuat pasukan Ottoman makin percaya diri. Mereka mengalahkan tentara Inggris di Mesopotamia (Irak sekarang) dan memaksa mereka menyerah di Kut Al Amara pd tahun 1916. Tentara Ottoman dan penduduk Palestina mengusir Tentara Inggris dari Semenanjung Sinai dan dari Mesir dengan tujuan memnguasai Terusan Suez.
Sebagai hasil kekalahan tersebut, PM Inggris Winston Curchill mundur bersama Lord John Fischer. John Monash (namanya menjadi Uni di Melbourne) sebagai jenderal Aussie mendapat wewenang yang lebih besar di pasukan sekutu.
satu2nya kesuksesan Inggris dalam perang di Turki adalah keberhasilan mereka mengevakuasi sebagian tentaranya yang gagal dalam Operasi Agustus, dan dilanda badai hebat selama 3 hari, blizzard , dan banjir besar setelahnya.
Peringatan Anzac Day seharusnya bukan saja menjadi kebanggaan teman2 Aussie yang sejarahnya ketika itu sangat percaya akan superioritas Commonwealth dan seketika setelah pertempuran di Gallipoli, kepercayaan itu jatuh dan mengakibatkan Aussie dan Kiwi menemukan jati dirinya sebagai bangsa yang “lain” dari Inggris, tetapi Anzac Day adalah saat2 kita ummat Islam memperingati kejayaan kekhalifahan Islam berpusat di Turki sebagai negara besar ketika itu.
Yang perlu dicatat bahwa Inggris dan sekutunya tetap berupaya memenangkan PD I dan PD II setelahnya. Dengan semakin memudarnya kekhalifahan Ottoman Turki dan naiknya gologan nasionalis sekuler dipimpin Mustafa Kemal, dunia Islam kehilangan kekuatannya. Terlebih pendudukan Inggris banyak terjadi di daerah protektorat Ottoman seperti Palestina yang kemudian diberikan kepada Yahudi dan Imigran2 membentuk Israel pada tahun 1948, lahirnya Arab Saudi, Irak, dan negara2 kecil di Teluk Persia, serta Mesir .
pasca PD II adalah munculnya nasionalisme2 Arab, termasuk juga nasionalisme Indonesia dan Malaysia (mungkin). Negara2 mayoritas muslim ini banyak yang bersengketa, seperti Iran-Irak, Konfrontasi Indonesia-Malaysia (1964-1966), dll. Konflik negara2 Islam di timur tengah semakin memudarkan dunia Islam setelah mereka kalah dalam Perang 6 hari melawan Israel. Sejak itu, krisis di Timur Tengah tak pernah berhenti hingga saat ini.
Kegaduhan dan krisis yang terjadi di dunia Islam masa kini adalah rentetan panjang dari hilangnya kekhalifahan Islam Ottoman di Turki dan makin kuatnya nasionalisme negara Islam serta banyak penguasa yang zalim di negara2 mayoritas Islam.
Mungkin sudah saatnya, ummat Islam memperkuat ukhuwah dan mengorganisir diri membentuk semacam “Islamic commonwealth” atau semacam Uni Islam (mirip2 Uni Eropa). Dengan makin suburnya ghirah islamiyah dan demokratisasi di negara2 Islam, maka kesempatan emas Ummat Islam kuat dan bersatu harus dapat dimanfaat menuju kebangkitan ummat Islam di abad 15 Hijriah..

No comments:
Post a Comment